apakah-tangki-bahan-bakar-mobil-yang-kosong-itu-berbahaya

Apakah Tangki Bahan Bakar Mobil yang Kosong Itu Berbahaya?

Created by Ghea Ananda | 2024-01-04


Tangki bahan bakar yang kosong pada kendaraan bermotor dapat menjadi sumber beberapa masalah yang serius. Meskipun terkadang terdapat kecenderungan untuk mengemudi hingga tangki benar-benar kosong, ini dapat memiliki konsekuensi yang cukup berbahaya dan merugikan. Mari kita telaah beberapa dampak dari tangki bahan bakar yang hampir atau benar-benar kosong:

 

Dampak Buruk Membiarkan Tangki Bensin Kosong

1. Tangki Berkarat dan Bocor

Jika tangki bensin sering dibiarkan kosong, kondisi merugikan yang pertama adalah munculnya karat pada bagian dalam tangki bahan bakar.

Karena tangki bensin sering kali kosong, karat dapat terjadi karena  sifat korosif dari gas bensin.
Ruang kosong di dalam tangki dapat menyebabkan karat.

Jika sudah berkarat, permasalahan selanjutnya adalah  kebocoran pada tangki bahan bakar dan tangki tersebut perlu diperbaiki atau diganti.
 

2. Kerusakan Pompa Bahan Bakar 

Akibat  karat lainnya adalah rusaknya pompa bahan bakar. Hal ini bisa terjadi karena lapisan karat yang menumpuk di dalam tangki dapat tersedot ke dalam pompa bensin. Oleh karena itu, fungsinya mungkin terpengaruh.
 

3. Kerusakan Injektor 

Akibat seringnya mengosongkan tangki bensin selanjutnya adalah kerusakan injektor. Berfungsi untuk mengarahkan bensin dari karburator ke intake manifold untuk memastikan pembakaran sempurna di dalam mesin kendaraan.

Mengingat fungsi penting dari injektor ini, kerusakan dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat besar. Ada beberapa tanda yang menunjukkan kerusakan pada injektor Anda. Seperti kendaraan yang sering berhenti mendadak, serta asap tebal yang keluar dari knalpot dan jarum speedometer rusak yang terus bergerak saat berhenti.


4. Mesin Hilang Tenaga dan Lebih Boros

Penguapan yang terjadi saat tangki bahan bakar kosong akan mencemari kualitas bensin dan menurunkan performa kendaraan.

Mesin  kehilangan tenaga karena  bahan bakar yang dihasilkan tidak dikompresi dengan baik.
Hal ini meningkatkan traksi kendaraan  dan mempersulit akselerasi.

Wajar jika pada kondisi seperti ini ruang bakar harus bekerja ekstra sehingga mengakibatkan konsumsi bahan bakar terbuang sia-sia.

Oleh karena itu, pemilik mobil harus rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk  bahan bakar yang terbuang.