penting-ini-ciri-ciri-shockbreaker-mobil-rusak

Penting!! Ini Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Rusak

Created by Ghea Ananda | 2024-01-04


Shockbreaker adalah salah satu komponen vital pada kendaraan yang mempengaruhi kenyamanan dan stabilitas saat berkendara. Memahami tanda-tanda shockbreaker yang rusak atau aus adalah kunci untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan di jalan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang perlu Anda perhatikan:

1. Posisi kendaraan tidak seimbang atau miring

Jika kendaraan diparkir pada permukaan datar, mungkin terdapat ciri-ciri atau tanda-tanda yang menunjukkan kerusakan atau masalah pada peredam kejut. Pada posisi ini, mobil tampak tidak seimbang dan  tinggi di satu sisi atau miring ke  satu sisi. Ada cara lain  untuk mengetahuinya.
Lanjutkan ke halaman berikutnya.

Cara pengecekannya yang lain  adalah dengan memarkir mobil pada permukaan yang rata dan melihat jarak antara ban dan sepatbor. Biasanya jarak tiap roda dengan spakbor tidak sama atau berbeda. Ini menandakan shockbreakernya rusak. Yang sering terjadi adalah shockbreaker yang mudah rusak ada di sebelah kiri. Pasalnya, mobil sering kali mengalami benturan keras yang berulang-ulang akibat kondisi jalan yang tidak rata. Berjalan di jalur kiri sering kali merusak shock breker kiri.
 

2. Ban mobil aus dan tidak rata 

Jika peredam kejut rusak, ban mobil bisa cepat aus dan  tidak rata. Bagian ban yang aus ini dapat terjadi baik pada bagian luar maupun bagian dalam ban. Parahnya lagi, keausan ban  bisa terjadi pada beberapa ban sekaligus.

Keausan ban terjadi karena seluruh rakitan kaki peredam kejut tidak terpasang dengan benar.
Hal ini dapat mengakibatkan  shockbreaker tidak berfungsi. Keausan pada bagian dalam ban biasa disebut dengan camber negatif.

Namun jika terjadi pada sisi kanan disebut camber positif. Untuk mengetahui keadaan sebenarnya dapat dilakukan dengan cara spooring. Jika ban Anda sudah sangat aus, kami sarankan untuk segera menggantinya dengan ban  baru.

Selain itu, mengendarai mobil dengan  ban yang aus dapat membahayakan keselamatan Anda.
Selain masalah ban, oli shockbreaker juga bisa jadi penyebabnya.
 

3. Oli Shockbreaker Bocor 

Tanda lain shockbreaker mobil anda rusak adalah adanya kebocoran oli. Keadaan ini disebabkan oleh adanya kebocoran pada dinding tabung peredam kejut, karena terdapat goresan pada dinding tabung peredam kejut yang menyebabkan cairan bocor.

Kerusakan ini terjadi pada kendaraan dengan suspensi cair. Kebocoran yang menyebabkan kebocoran oli  ini dapat disebabkan oleh retaknya gasket akibat kotoran yang mengeras, atau karena bocornya tabung shock absorber.

Kondisi ini bisa terjadi akibat tekanan berlebihan saat melewati jalan  rusak.
Jika ban sudah aus, tabung peredam kejut dapat rusak sehingga sulit menjaga keseimbangan saat berbelok.

Selain itu, memutar roda kemudi dengan kasar saat berbelok dapat merusak tabung peredam kejut dan akhirnya menimbulkan kebocoran. Mobil tampak bergetar saat dikendarai. Kerusakan shockbreaker juga terlihat saat mobil melaju di jalan  bergelombang atau bergelombang.
Pada kondisi ini biasanya mobil  terasa bergetar ke kiri dan ke kanan dan memerlukan waktu agak lama untuk stabil kembali.