Article Image

Kesalahan Pengemudi Mobil yang Bisa Memicu Kecelakaan di Jalan!

Created by Sobat Akastra | 03 June 2024 WIB


Akastra- Risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya sangat tinggi, baik itu kecelakaan dengan perorangan maupun pengguna jalan lain.

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu pemicu yang paling dominan adalah human error, artinya berasal dari Anda sebagai pengemudi mobil.

Kecelakaan tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan pengemudi dan kurangnya konsentrasi sehingga berujung pada kesalahan.Ada tiga jenis kesalahan driver atau human error, berikut penjelasannya.

1. Skill Based Error

Salah satu contoh skill based error adalah kegagalan rem mobil yang disebabkan oleh kesalahan prosedur pengemudi. Kebiasaan pengemudi transmisi manual membiarkan kaki kiri menginjak pedal kopling adalah contoh humsn error tersebut.

Tindakan ini menurunkan kinerja pedal kopling dan membuatnya tidak responsif dalam keadaan darurat.

Contoh kesalahan lainnya adalah memutar setir dengan tangan ke belakang, seperti pengemudi angkutan umum, yang justru membuat mobil sulit dikendarai dalam keadaan darurat. Atau kaget saat pedal rem bergerak naik turun yang menandakan fungsi ABS berfungsi sehingga mengurangi tekanan pada pedal rem.

Oleh karena itu Anda harus memiliki keterampilan mengemudi yang memadai untuk mengantisipasi kondisi buruk yang akan datang.

2. Lost of Situation Awareness

Kesalahan lainnya adalah lost of situation awareness atau melemahnya kewaspadaan pengemudi. Penurunan vitalitas ini terutama disebabkan oleh penurunan stamina atau kondisi tubuh, kondisi jalan yang ilusif dan peningkatan kecepatan kendaraan.

Contoh tabrakan dari belakang yang terjadi karena pengemudi tidak mengantisipasi kecepatan dirinya dan mobil di depannya. Oleh karena itu Anda harus menjaga jarak aman antar kendaraan dan tidak boleh mengalihkan perhatian dari jalan raya.

Atau perjalanan panjang dan monoton di Tol Trans-Jawa bisa membuat Anda cepat lengah.

Minimal setiap 3 jam sekali, istirahat sejenak di rest area untuk memulihkan stamina tubuh dan mengurangi rasa bosan. 

3. Lost of Control

Error berikutnya adalah lost of control atau kehilangan kendali pada kendaraan.

Contoh kehilangan kendali adalah pengemudi yang lelah dan mengalami mikrosleep saat mengemudi.

Dengan kecepatan 100 km/jam dan tidur sebentar, mobil Anda bisa lepas kendali sejauh 28 m. Keadaan ini cukup menimbulkan kecelakaan fatal jika menyentuh kendaraan lain.

Oleh karena itu Anda perlu menjaga kondisi fisik agar tetap fit, fokus dan waspada. Atau Anda tidak memeriksa kondisi ban sehingga tidak menyadari bahwa tapak ban sudah gundul.

Jika ban tergelincir karena aquaplaning, Anda kehilangan kendali karena kondisi ban tidak layak. Perawatan rutin di bengkel resmi Toyota seperti Akastra Toyota menjadi solusi untuk menghindari kesalahan berkendara terkait karakteristik teknis kendaraan.

Like  
0 ❤️
Tambahkan Komentar