Masih Bingung Mengapa Telapak Ban Bisa Lebih Cepat Habis dari Normal? Ini Penjelasannya
Created by Sobat Akastra | 30 September 2024 WIB
Akastra- Dalam pemakaian normal, umur ban mobil lebih dari 2 tahun. Namun, ada kalanya pemilik mobil mengeluhkan kecepatan keausan ban atau mengalami keausan yang tidak merata. Meski sudah tua, ban masih layak digunakan.
Sebenarnya merawat ban agar awet sangatlah mudah, namun banyak orang yang tidak rutin melakukannya. Untuk itu, Anda perlu mengetahui penyebab kerusakan ban mobil dari kondisi wajar. Berikut adalah 4 faktor utama yang mengurangi umur ban.
1.Tekanan udara rendah
Ingatlah bahwa ban tidak hanya berperan dalam pergerakan mobil, tetapi juga menopang bobot mobil. Akibat tekanan udara yang tinggi, dinding ban menjadi berat dan menyebabkan defleksi yang berlebihan.
Selain itu, peristiwa tersebut memiliki banyak tekanan dan cepat rusak. Periksa tekanan ban seminggu sekali. Pastikan tekanan udara memenuhi rekomendasi Toyota yang dapat ditemukan pada stiker di pilar pintu pengemudi.
2. Spooring Belum Menjadi Kebutuhan
Fungsi Spooring adalah mengembalikan kondisi bagian bawah mobil setelah lama dipakai. Penggunaan mobil dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan roda menjadi tidak sejajar akibat pergerakan bagian sub-frame.
Efek ini mempengaruhi roda, menyebabkan kinerjanya tidak merata dan menyebabkan ketidakstabilan pada tapak ban. Keadaan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan sulitnya kendali terhadap mobil, sehingga menimbulkan kecelakaan jika diabaikan.
3. Rotasi ban
Sama seperti rotasi ban, banyak pemilik mobil yang tidak mengetahui cara fungsinya dan menganggap rotasi ban itu tidak penting. Umumnya perputaran ban dilakukan untuk menjaga tingkat keausan yang merata pada keempat ban mobil.
Dengan cara ini, permukaan atau tapak ban akan menjadi rata dan menipis secara proporsional. Ban sebaiknya diganti secara berkala di bengkel resmi Toyota dan kondisi ban lainnya juga harus diperiksa.
4. Berkendara Agresif di Jalan
Gaya berkendara seperti terus menerus menekan pedal gas atau melakukan pengereman mendadak dapat membuat tapak ban cepat aus akibat gesekan dengan permukaan jalan. Atau saat tiba-tiba berpindah jalur, ban harus bekerja keras agar kendaraan tetap seimbang.
Akibatnya, ban lebih cepat aus dan lebih cepat rusak. Tentu saja, meskipun gaya berkendara normal, event tersebut akan hilang, namun performanya tidak akan menurun secara signifikan dalam jangka waktu yang wajar.
5. Kelebihan muatan
Kendaraan yang memuat penumpang dan barang memberikan banyak tekanan pada ban di permukaan aspal. Lain halnya dengan kurangnya tekanan udara, semakin berat tapak semakin cepat aus.
Terkadang Anda lupa memasukkan banyak barang ke dalam mobil sehingga menambah beban. Meski terlihat sepele, namun beban yang menumpuk selama perjalanan jauh akan membuat ban lebih cepat aus.
Tambahkan Komentar
Baca Artikel Yang Lain:
Dapatkan Tips Menarik Lainnya Dari Akastra Toyota