Mobil Jarang Digunakan? Inilah Komponen Yang Wajib Diperhatikan
Created by Sobat Akastra | 21 May 2024 WIB
Akastra - Perawatan mobil yang baik adalah tanggung jawab pemiliknya. Hal ini juga berlaku jika mobil jarang digunakan dan diparkir di garasi.
Mobil yang jarang digunakan mempunyai masalah atau kerusakan yang sama berbahayanya dengan mobil yang sering digunakan. Akibatnya, kondisi ini dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas kendaraan.
Lantas, komponen apa saja yang harus dicek jika mobil jarang digunakan? Berikut rangkuman dari berbagai sumber.
1. Ban
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan jika mobil jarang digunakan adalah ban. Karena ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, maka peranannya sangat penting dalam kendaraan. Jika mobil tidak dikendarai dalam waktu lama, tekanan udara pada ban cenderung menurun.
Anda dapat memeriksa tekanan ban di buku manual mobil atau melihat stiker rekomendasi tekanan ban di pintu mobil. Jangan lupa juga untuk mengecek kondisi fisik ban, apakah ada kerusakan atau tidak.
Baca Juga: Ban Mobil Jarang Dipakai Bisa Kempes: Benarkah?
2. Mesin
Bagian selanjutnya yang perlu diperhatikan jika mobil jarang digunakan adalah mesin. Anda dapat melakukan pemeriksaan visual untuk memastikan tidak ada benda atau hewan tersembunyi di dalam kap mesin.
Hewan yang bersarang di kap mobil dapat merusak komponen mesin. Pastikan tidak ada kerusakan yang terlihat di dalam kap mesin akibat gigitan atau cakaran binatang.
3. Aki
Aki merupakan bagian penting dalam sistem kelistrikan mobil. Anda dapat memeriksa kondisi aki berdasarkan tanggal pembelian baterai pada label. Daya tahan aki pada mobil yang biasa digunakan biasanya berkisar 1-2 tahun.
Jika Anda menggunakan aki basah, periksa kondisi cairan aki dan tambahkan cairan bila perlu. Baterai kering memiliki indikator warna seperti biru untuk menunjukkan kesehatan yang baik, putih untuk menunjukkan perlunya pengisian daya tambahan, dan merah untuk menunjukkan bahwa aki perlu diganti.
Jika mobil jarang digunakan, masalah yang umum terjadi adalah kesulitan menstarter kendaraan. Penyebabnya adalah aki habis. Jika mobil jarang dihidupkan, aki tidak akan terisi oleh sistem kelistrikan. Tak heran jika aki mobil yang jarang digunakan memiliki umur yang lebih pendek.
4. Oli mesin
Untuk menjaga performa mesin mobil Anda, periksalah kondisi oli secara rutin. Tidak hanya melumasi bagian-bagian mesin, tetapi juga menggunakan oli untuk mengawetkan mekanisme mobil yang jarang digunakan.
Saat mobil dihidupkan setelah lama tidak digunakan, oli membantu menjaga kehalusan dan performa mesin. Anda juga bisa melakukan pengecekan oli setiap 2-4 minggu sekali untuk menjaga keawetan mesin mobil Anda.
Selain itu, pastikan jumlah oli sesuai dengan dimensi tongkat celup. Periksa juga kualitas minyaknya, pastikan tidak berwarna putih yang menandakan tercampurnya air. Anda dapat memeriksa kekentalan oli dengan menyentuhnya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari.
5. Lampu-lampu
Sebelum kembali mengaspal, periksa semua lampu dan sistem kelistrikan mobil, terlebih bila kamu berencana melakukan perjalanan di malam hari. Pastikan semua lampu berfungsi dengan baik sebab saat mobil jarang digunakan, kabel-kabel mungkin saja putus atau digigit binatang.
6. Pedal rem
Komponen selanjutnya yang harus di cek jika mobil jarang digunakan adalah pedal rem. Untuk mencegah kerusakan pada cakram, periksalah cakram rem dari kemungkinan karat dan bersihkan debu yang menempel di dalamnya.
Anda dapat memeriksa pengoperasian perangkat ini dengan mengerem dan memeriksa apakah Anda dapat mendengar suaranya. Jika Anda mendengar suara-suara yang tidak biasa seperti grek dan berdecit, segera ganti pedal rem mobil Anda di bengkel Akastra Toyota/ bengkel resmi toyota terdekat.
7. Wiper
Selain lampu, wiper juga termasuk komponen yang harus dicek jika mobil jarang digunakan. Kaca mobil yang terlalu kotor dapat mengganggu visibilitas saat mengemudi. Untuk itu, penting rutin mengisi air wiper.
8. Cairan pendingin
Selain oli, cairan pendingin radiator menjadi komponen yang patut dicek jika mobil jarang digunakan. Namun jika mobil sudah lama tidak digunakan, ada baiknya segera mengganti cairan tersebut dengan yang baru.
Tugas cairan pendingin adalah mengalirkan air ke dalam blok mesin dan menyerap panasnya, lalu mengembalikannya ke radiator sebelum mengulangi prosesnya dari awal.
9. Cek cairan lain
Selain oli, ada beberapa cairan lain yang perlu diperhatikan jika mobil jarang digunakan. Selain mudah terurai, cairan mempunyai sifat mudah tercampur dengan zat lain.
Oleh karena itu, pastikan air radiator, minyak rem, wiper kaca depan dan cairan lainnya dalam kondisi dan kuantitas yang benar. Panaskan juga mesin mobil minimal satu kali atau dua kali, meskipun Anda jarang mengendarainya.
Nah, itulah deretan komponen yang harus dicek jika mobil jarang digunakan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin pada bagian-bagian ini, kamu dapat menjaga kinerja mobil tetap prima meskipun jarang dikendarai.
Bila kamu tidak sempat melakukan pengecekan komponen ini sendiri, kamu bisa mengandalkan jasa inspeksi mobil di Akastra Toyota. Selain berpengalaman, tim ahli kami menggunakan sistem aplikasi dalam menjalankan inspeksi.
Tambahkan Komentar
Baca Artikel Yang Lain:
Dapatkan Tips Menarik Lainnya Dari Akastra Toyota