Tips Mengemudi Aman di Malam Hari Agar Tetap Aman dan Nyaman
Created by Sobat Akastra | 11 July 2024 WIB
Akastra- Beberapa orang suka menggunakan mobiln di malam hari. Tujuannya untuk menghindari kemacetan atau membuat berkendara malam hari lebih nyaman. Perlu diketahui bahwa berkendara pada malam hari lebih berisiko dibandingkan pada siang hari.
Menurut Kompas.com, salah satu penyebab peningkatan risiko berkendara di malam hari adalah terkait jarak pandang pengemudi. Meskipun hal ini dibantu oleh lampu kendaraan, namun cahayanya masih jauh lebih terang di siang hari, sehingga jarak pandang terbatas pada sebatas lampu depan.
Tidak hanya itu, kondisi biologis atau fisik manusia yang semakin menurun pada malam hari juga menimbulkan kemungkinan risiko kecelakaan yang lebih besar. Sebab sejatinya jam biologis manusia adalah waktu istirahat pada malam hari. Tentu saja ada batasannya jika digunakan dalam aktivitas yang pastinya Anda akan cepat lelah dan cepat tertidur.
Bagi yang ingin melanjutkan berkendara di malam hari, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti istirahat yang cukup di siang hari agar badan lebih segar di malam hari. Dengan tubuh yang lebih segar dan siap, Anda akan tetap waspada saat berkendara.
Cahaya terang dari lampu panel dapat memengaruhi fokus mata. Redupkan dashboard dan lampu mobil untuk menyamankan mata dan mencegah pantulan cahaya dari kaca depan. Hal ini memungkinkan mata Anda untuk menyesuaikan penglihatannya, terutama saat melewati area gelap.
Tidak ada salahnya memakai kacamata khusus saat berkendara di malam hari untuk meningkatkan visibilitas. Pilihan terbaik adalah menggunakan lensa kaca yang direkomendasikan oleh dokter Anda dan pastikan lensa tersebut memiliki lapisan anti-reflektif, karena dapat mengurangi cahaya liar yang tidak perlu sehingga meningkatkan visibilitas.
Ingatlah untuk memperlambat dan meninggalkan jarak berhenti yang lebih jauh. Pasalnya, depth perception (kemampuan mata mengenali objek), pengenalan warna, dan penglihatan tepi (penglihatan seseorang di sekitar objek utama) terganggu dalam kegelapan. Sebaliknya, 90% reaksi pengemudi bergantung pada penglihatan.
Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan yang menyebabkan kantuk tidak dianjurkan sebelum berkendara. Alkohol merupakan salah satu penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas karena membuat seseorang kehilangan daya pikir. Selain itu, hindari merokok saat mengemudi karena dapat menyebabkan perubahan fisik pada mata dan menurunkan ketajaman penglihatan.
Untuk mengurangi ketegangan mata, gerakkan mata Anda ke berbagai arah agar tetap terjaga dan tidak mengantuk. Jika Anda bertemu mobil melaju dengan lampu depan menyala, jangan nyalakan lampu yang menyilaukan. Gerakkan mata sedikit ke marka jalan di sebelah kiri, agar tidak terganggu oleh cahaya lampu mobil di depan.
Tambahkan Komentar
Baca Artikel Yang Lain:
Dapatkan Tips Menarik Lainnya Dari Akastra Toyota